Powered By Blogger

Minggu, 10 Agustus 2014

:** CINTA BUKAN MILIK KITA **::


Dalam menjalin hubungan impian, apa yang kita harapkan pastinya berkesudahan dengan Happy Ending kan? Malangnya, seringkali kita sampai di penamat yg berbunyi..

"..kita putus.."
"..sampai di sini.."
"..ceraikan saya.."
"..tak ada jodoh di antara kita.."
"..aku bukan utkmu..kamu berhak dapat yg lebih layak.."
“..aku tak bisa bersama mu lagi..”

Kita manusia. Manusia merancang. Allah juga merancang. Namun, "Wallahu Khairul Maakirin." ( Allah lah sebaik-baik perancang segala rencana. )

Hubungan pula saya kelompokkan menjadi dua:

- Hubungan yang diridhai (telah nikah).
- Hubungan tak halal (belum nikah).

Tapi kedua hubungan ini juga tidak ada jaminan akan kekal. Kedua hubungan ini akan diuji. Siapa yang lemah, pasti tersungkur. Siapa yang tabah, beroleh hikmah.

Cinta bukan milik kita. Sebab bukan milik kitalah, kita tak mampu kawal sepenuhnya.

Saya hanya lihat satu cara untuk kekalkan hubungan cinta. Gapai cinta-Nya melalui konsep Tawaqqi.

Hubungan tak halal otomatis belum pasti ada jaminan mendapatkan kebahagiaan sebab jauh dari cintaNya. Jika sampai ke jenjang pelamin, itu maknanya Allah mau kamu dan pasangan berubah lebih baik serta siap sedialah; kerna ada ujian-ujian di hadapan sebagai kaffarah dosa-dosa silam. Namun jika tak sampai kepada jenjang pernikahan, itu bermakna Allah mau kamu kembali muhasabah diri-hilangkan benteng yang menjadi hijab di antara kamu dengan kecintaan kepada Allah. Ya, kesedihan awal itulah kaffarah dosa-dosa.

Yang sudah menikah, tarbiyyahlah pasangan untuk sama-sama jaga hubungan cinta dengan Allah. Insya Allah kekal lamalah hubungan itu. Jika diuji, ada hikmah. Diuji dengan kesusahan dan kemiskinan, kecelakaan dan musibah. Jika tak diuji, curigalah sebab kita hanya hamba, jika tak di uji jangan-jangan Allah tak peduli pada kita, karena hidup adalah ujian sebab itu kita harus belajar bersabar; karena hidup adalah anugrah sebab itu kita musti belajar bersyukur atas segala nikmat karena dengannya kita naik derajat. Bercerai juga ujian. Namun, bersyukurlah sebab Allah beri masa untuk kita kecap bahagia bersama-sama. Walaupun cuma sekejap mata.

Jumat, 08 Agustus 2014

BILA CINTA TIDAK SAMPAI PADA HAKIKAT CINTA


Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu .. Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah
Fatimah dan Ali??

Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ... Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....

Karena dalam diammu tersimpan
kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...

Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??

Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...

Jika dia memang bukan milikmu, Allah,melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba... mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ."
(QS. Adz Dzariyat:49)


Sumber : http://kiathidupsuksesalayusufmansur.blogspot.com/2013/07/cara-mencintai-menurut-islam.html