Powered By Blogger

Selasa, 16 Juni 2015

Muhammad Taha Al-Junayd (beautyful voice)

Pertama kali saya kenal Muhammad Tahe Aljunayd tahun 2013 yang lalu, saya langsung terpesona akan lantuna ayat suci yang dibacanya dengan sangat merdu.. Dan video ini adalah video pertama yang saya lihat..
https://m.youtube.com/watch?v=-aXeXUm5bds

Minggu, 10 Agustus 2014

:** CINTA BUKAN MILIK KITA **::


Dalam menjalin hubungan impian, apa yang kita harapkan pastinya berkesudahan dengan Happy Ending kan? Malangnya, seringkali kita sampai di penamat yg berbunyi..

"..kita putus.."
"..sampai di sini.."
"..ceraikan saya.."
"..tak ada jodoh di antara kita.."
"..aku bukan utkmu..kamu berhak dapat yg lebih layak.."
“..aku tak bisa bersama mu lagi..”

Kita manusia. Manusia merancang. Allah juga merancang. Namun, "Wallahu Khairul Maakirin." ( Allah lah sebaik-baik perancang segala rencana. )

Hubungan pula saya kelompokkan menjadi dua:

- Hubungan yang diridhai (telah nikah).
- Hubungan tak halal (belum nikah).

Tapi kedua hubungan ini juga tidak ada jaminan akan kekal. Kedua hubungan ini akan diuji. Siapa yang lemah, pasti tersungkur. Siapa yang tabah, beroleh hikmah.

Cinta bukan milik kita. Sebab bukan milik kitalah, kita tak mampu kawal sepenuhnya.

Saya hanya lihat satu cara untuk kekalkan hubungan cinta. Gapai cinta-Nya melalui konsep Tawaqqi.

Hubungan tak halal otomatis belum pasti ada jaminan mendapatkan kebahagiaan sebab jauh dari cintaNya. Jika sampai ke jenjang pelamin, itu maknanya Allah mau kamu dan pasangan berubah lebih baik serta siap sedialah; kerna ada ujian-ujian di hadapan sebagai kaffarah dosa-dosa silam. Namun jika tak sampai kepada jenjang pernikahan, itu bermakna Allah mau kamu kembali muhasabah diri-hilangkan benteng yang menjadi hijab di antara kamu dengan kecintaan kepada Allah. Ya, kesedihan awal itulah kaffarah dosa-dosa.

Yang sudah menikah, tarbiyyahlah pasangan untuk sama-sama jaga hubungan cinta dengan Allah. Insya Allah kekal lamalah hubungan itu. Jika diuji, ada hikmah. Diuji dengan kesusahan dan kemiskinan, kecelakaan dan musibah. Jika tak diuji, curigalah sebab kita hanya hamba, jika tak di uji jangan-jangan Allah tak peduli pada kita, karena hidup adalah ujian sebab itu kita harus belajar bersabar; karena hidup adalah anugrah sebab itu kita musti belajar bersyukur atas segala nikmat karena dengannya kita naik derajat. Bercerai juga ujian. Namun, bersyukurlah sebab Allah beri masa untuk kita kecap bahagia bersama-sama. Walaupun cuma sekejap mata.

Jumat, 08 Agustus 2014

BILA CINTA TIDAK SAMPAI PADA HAKIKAT CINTA


Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu .. Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah
Fatimah dan Ali??

Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ... Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....

Karena dalam diammu tersimpan
kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...

Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??

Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...

Jika dia memang bukan milikmu, Allah,melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba... mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ."
(QS. Adz Dzariyat:49)


Sumber : http://kiathidupsuksesalayusufmansur.blogspot.com/2013/07/cara-mencintai-menurut-islam.html

Minggu, 27 Juli 2014

AKHIY... MAUKAH MENIKAH DENGANKU?




Dulu ana datang ke suami ana, justru ana yang menawarkan diri ke suami.
''Akhiy maukah menikah dengan ana?'', tawarku padanya.

Waktu itu dia masih kuliah smester 8. Dia cuma bengooonggg seribu bahasa, serasa melayang di atas awan, seolah waktu terhenti. Beberapa saat setelah setengah kesadarannya kembali dan setengahnya lagi entah kemana, dia berucap,
'''Afwan ukh... anti pengen mahar apa dari ana?''

"Cukup antum bersedia menikah denganku saja itu sudah lebih dari cukup"
Bak orang awam mendaki gunung yang tinggi lagi extreme, ehhh... dianya langsung lemesss... kayak pingsan. Besoknya datang nazhar, terus khitbah. Lalu untuk ngumpulin uang buat nikah, dia jual sepeda dan jual komputernya... untuk mahar dan biaya nikah.

Di awal pernikahan dia gak punya pendapatan apa-apa. Kita usaha bareng dan ana gak pernah nanya seberapa pendapatnya ataupun dia kerja apa. Selama ana nikah dengannya ana belum pernah minta uang. Hingga kinipun kalo gak dikasih ya diam. Saat beras habis... ana gak masak. Saat dia nanya,
"koq gak masak beras dek?"
"Habis mas", jawabku
"Koq gak minta uang?", lanjutnya.
Ana gak jawab, takut suami gak punya kalo ana minta. Jadi ana takut menyinggung perasaan kekasih hatiku.. weee.

Kalo kita menghormati suami, maka suami akan menyayangi kita lebih dari rasa sayang kita ke dia. Bahkan usaha sekarang dah maju pesat... alhamdulillah. Ibarat kata uang 50jt dah hal biasa.

Lalu suatu hari ana tawarkan dia nikah lagi namun dia gak mau. Katanya ana itu tidak ada duanya... hehehe ngalem dewek. Walaupun ortunya dulu gak ridho dengan ana, ... sekarang sudah baikan.

Rezeki bisa dicari bersama. Bagi ana usaha yang dicari bersama suami susah-payah bersama, setelah sukses... maka banyak kenangan manis yang tak terlupa. Kita jadi saling memahami dan mengerti karakter masing-masing karena kita sering berinteraksi.

"Suamiku adalah temen curhatku...
suamiku adalah patner bisnisku...
suamiku adalah ustadz tahsinku...
suamiku adalah temen seperjuanganku...
suamiku adalah sahabatku...
suamiku adalah temen mainku...
suamiku adalah temen berantemku...",

itulah kiranya yang ana rasakan darinya, setelah 12 tahun menikah dan insya Alloh dikaruniai anak 7 semoga semakin menambah keberkahan dalam rumahh tangga ana...

Dan bukan hal yang hina bagi ana kalo ada seorang akhawat datang menawarkan diri ke ikhwan. Ana dulu hanya melihat dari bacaan al-Qur'annya yang bagus dan dia sangat menjaga sholatnya itu aja gak lebih.

Jadi para akhawat yang belum menikah... apa yg menghalangi anda untuk menikah muda? Apa karena melihat pendapatan materi dari ikhwan yang menghalaginya?

*Seorang ibu yang menceritakan kisah cintanya
*Dengan sedikit perubahan tanpa mengurangi isi

Oleh : Adi Sutechno dipost kan oleh Mutthoriq Alil A